Skip to content

Profil

Pak Hilmi

Oleh : Ria Saputri dan Irma Marelin, XI IPA 2

Profil kita kali ini adalah salah seoarang guru kita yang bernama lengkap Nurhilmi dan biasa dipanggil Pak hilmi. Pak Hilmi mempunyai sifat yang sabar, baik dan ramah. Ia lahir di Palembang, tepatnya pada tanggal 3 februari 1968. Ayah dari 4 orang anak ini tinggal bersama keluarganya di Jln. Irigasi, Gg. Pribadi 2 no 5 Rt. 15. Pakjo Palembang.

Ia menyukai warna merah. Menurutnya, merah melambangkan keberanian dan tanggung jawab. Oleh karena itu hobinyapun tak jauh-jauh dari hal-hal yang menuntut keberanian, yaitu travelling ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi dengan bersepeda.

Tempat pendidikan yang ia tempuh adalah IAIN Ar-Raniri di Nangro Aceh Darussalam-dulunya Banda Aceh pada tahun 1993. Ia menyelesaikan kuliah tahun 1998 dan langsung membagi ilmunya dengan cara mengajar di MIN 2 Pakjo Palembang. Sejak Tahun 2003, tepatnya tanggal 2 Januari sampai dengan sekarang, Pak Hilmi bergabung dengan MAN 1 Palembang sebagai staff pengajar dan mengajar mata pelajaran akidah akhlak. Selain itu, beliau juga aktif sebagai pembina pramuka. Beliau menikmati pengalaman sebagai pembina pramuka karena pramuka dekat dengan kedisiplinan.

Selama membimbing siswa-siswanya, jarang sekali Pak Hilmi mengeluh. Satu hal yang ia pesankan kepada siswa-siswanya adalah ‘jangan pernah menyerah atau berputus asa dalam meraih prestasi dan cita-cita’.
.
.


.

Mega Pertiwi

Oleh : Mona Khoirunnisah

Tanggal 23 februari 1994 di palembang, Bapak Yasruddin dan istrinya Ibu Tumini mendapatkan anugerah seorang putri tercinta dan dinamakan “ Mega pertiwi” sebagai anak ketiga mereka. Didikan dan kasih sayang orangtua yang mendalam menjadikan Mega mengidolakan orangtuanya. Sang ayah berprofesi sebagai PNS dan ibu seorang wiraswasta. Cewek 16 tahun ini juga sangat mengagumi dua aktor tampan, aktor Indonesia, Derbi Romero dan aktor Korea, Kim Bum.

Mega hobi ngumpul bareng keempat saudaranya. Selain itu ia juga suka membaca, nyanyi, membuat puisi dan kumpul bareng teman-teman di rumahnya di Jln. Kantor Inspeksi 13 lr. Bersama 2 no.13 Kertapati, Palembang. Penyuka warna hijau ini bercita-cita menjadi dokter atau psikolog, walaupun agak menyimpang dari pelajaran favoritnya, matematika dan fisika yang notabene hitung menghitung.

Semasa kanak-kanaknya, Mega bersekolah di TK YWKA, SDN 271, SMPN 12 dan sekarang duduk di kelas XI IPA 1 di Madrasah yang kita cintai ini, MAN 1 Palembang.

Mottonya “tetap semangat meski banyak rintangan yang menghadang” membuatnya tetap aktif dalam banyak kegiatan. Aktivitas sehari-hari Mega tidak jauh berbeda dengang remaja-remaja lainnya. Bangun tidur, sekolah, membantu orangtua hingga kembali menguntai mimpi sebagai bunga tidur.
.
.


.

Hendri

Oleh : Nur aldillah Julita

Hendri

Hendri

Hendri, begitulah panggilan akrab cowok sederhana yang satu ini. Hendri yang lahir pada 31 juli 1993 ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang kesemuanya adalah laki-laki. Putra pasangan Bapak Asnawi dan Ibu Siti sarah ini memiliki hobi jalan-jalan, membaca dan menulis. Oleh karena itu ia bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Maka tak heran, disetiap waktu senggangnya ia habiskan untuk menulis tentang kejadian yang dialaminya pada hari itu. Tokoh idolanyapun tak lepas dari tulis menulis yang menjadi inspirasinya, yaitu Andrea Hirata, sang penulis Laskar Pelangi, dan Habiburrahman El Shirazi, sang penulis Ayat-ayat Cinta dan tak lupa kedua orang tua tercinta.

Orangtua Hendri berprofesi sebagai buruh. Walaupun demikian, prestasi Hendri di sekolah selalu berada dalam kisaran 5 besar karena ia senang membaca dan belajar. Di tingkat pendidikan sebelumnyapun, SD Babatan OI dan SMPN 48 Palembang, prestasi Hendri tak mengecewakan. Ini sesuai dengan mottonya “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini”.

Di kelasnya, XI IPA 2, ia menyukai pelajaran Matematika, kimia, biologi dan Bahasa Indonesia. Di luar kelas, ia mempunyai segudang aktivitas yang dilakukannya dengan rutin. Pulang sekolah, ia biasanya mengikuti berbagai ekstra kurikuler, seperti Akademi Sastra dan Rohis. Pulang dari kegiatan ekstra kurikuler, biasanya pukul 17.00 WIB ia tiba di rumahnya Desa Babatan Saudagar, pemulutan, Ogan Ilir. Menulis dan belajar untuk pelajaran besok adalah aktivitas yang dilakukaknnya selanjutnya, untuk kemudian tidur agar stamina kembali fit untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

5 Komentar leave one →
  1. si anu permalink
    08/09/2010 10:23 pm

    ups…..salut buad hendri

  2. 02/03/2012 10:56 pm

    Luar biasa adik-adikku ini punyo semangat ngalahke SBY. Saya alumnus tahun 1984 waktu itu kepala sekolah kami Bapak Drs. Mardi Abdullah dan saya sekarang menjadi guru di Sungailiat Bangka. Salam untuk guru-guru yang saya cintai.

  3. Gonang Fathur permalink
    16/10/2012 7:16 am

    wahhh.. wahhh… ingat masa SMA dulu….

  4. 02/12/2013 7:32 am

    Kangen masa sma dulu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: