Skip to content

Dua Siswa MAN 1 Palembang Memenangkan Lomba Roket Air Daerah se-Sumsel

02/10/2010

Palembang, MAN 1

Untuk pertama kalinya, MAN 1 Palembang mengikuti perlombaan yang bertema ilmiah. Hebatnya, dalam keikutsertaan perdana ini, MAN 1 Palembang langsung mencatatkan diri sebagai juara. Lomba tersebut adalah Kompetisi Roket Air Daerah (KRAD) 2010 se-Sumatera Selatan untuk tingkat SMA yang diadakan pada tanggal 22 september 2010, sedangkan untuk tingkat SMP sehari sesudahnya, yaitu tanggal 23 September 2010. Sebelumnya, yaitu pada tanggal 21 September diadakan technical meeting baik untuk tingkat SMP maupun SMA.

Perlombaan ini digelar oleh Graha teknologi bekerjasama dengan diknas yang diadakan di lapangan sepak bola Universitas Sriwijaya Bukit Besar Palembang.

Dalam kompetisi Roket Air Daerah se -Sumsel (KRAD) 2010 ini, MAN 1 Palembang mengirinkan dua siswanya, yaitu : Wijaya Kusuma Maheru dan Riduan. Keduanya berasal dari kelas XI IPA 1 dengan guru pembimbing Bu Amalia.

Riduan dan Wijaya, peserta dari MAN 1 Palembang
Riduan dan Wijaya, peserta dari MAN 1 Palembang

Acara kompetisi Roket Air Daerah se -Sumsel (KRAD) 2010 tingkat SMA tanggal 22 September 2010 ini dimulai jam 08.00 pagi. Dimulai dengan pendaftaran kembali para kompetitor di sekretariat yang ada di tribun lapangan sepakbola Universitas Sriwijaya Bukit Besar Palembang.

Satu jam kemudian, para peserta lomba mulai membuat roket di tenda yang sudah disediakan. Peserta lomba ini adalah perorangan, bukan kelompok, yang merupakan utusan dari sekolah masing-masing. Kompetisi roket air ini sendiri dihadiri oleh 16 SMA se Sumatera Selatan, dimana tiap sekolah mengirmkan dua siswanya, sehingga jumlah seluruh pesertanya adalah 32 kompetitor.

32 peserta lomba KRAD se-Sumsel
32 peserta lomba KRAD se-Sumsel

Adapun peralatan yang diperlukan untuk membuat roket telah disediakan oleh panitia, yaitu botol minuman bersoda 1500 ml sebanyak 2 buah, polyfoam, double tape, lem alteco, cutter dan plastisin. Sedangkan launcher atau peluncurnya telah disediakan oleh panitia.

Roket yang dibuat peserta adalah jenis roket dengan jumlah ruang tekanan satu tabung (single tube pressure room) dan peserta diberi kebebasan berkreasi dalam menentukan panjang tubuh roket, disain fin, jumlah fin dan posisi letak fin.

Setelah satu setengah jam membuat roket, tibalah waktu untuk peluncuran bagi tiap-tiap peserta. Peserta mulai diundi untuk menentukan nomor peluncuran roket. Adapun nomor peluncuran untuk siswa-siswa MAN 1 Palembang, Riduan mendapat nomor peluncuran ke-20 dan Wijaya Kusuma nomor 28.

Peserta KRAD 2010 diberi kebebasan untuk menentukan sendiri posisi arah launcher, sudut elevasi roket, jumlah volume air dan besar tekanan udara pada saat sebelum meluncurkan roket, tanpa bantuan guru maupun orang lain. Peserta lomba diberi kesempatan meluncurkan roket sebanyak 2 (dua) kali peluncuran. Hasil akhir penilaian merupakan jarak jatuhnya roket yang terdekat dengan sasaran/target dipilih dari 2 (dua) kali peluncuran tersebut.

Adapun jarak tembak sasaran roket adalah 60 m yang ditandai dengan lingkaran berjari-jari 5 m. Roket yang dinilai adalah roket yang jatuh di dalam lingkaran tersebut.

Satu persatu peserta lomba mulai menjajal kemampuannya pada putaran pertama. Sayangnya, pada putaran pertama ini, hanya dua peserta dari 32 siswa yang ada yang mampu melesatkan roket buatannya di sasaran berjarak 60 m di areal lingkaran berjari-jari 5 m tersebut. Kedua siswa tersebut adalah Wijaya kusuma dari MAN 1 dan satu lagi siswa dari SMA Santo Yosef Lahat. Pada putaran pertama ini, roket yang dibuat Wijaya Kusuma berhasil masuk ke areal lingkaran dengan jarak 4,17 m dari sasaran. Putaran pertama berakhir pukul 12.30.

Riduan
Riduan
wijaya
wijaya

Setelah putaran pertama, peserta dan guru pendamping jeda ishoma (istirahat, solat, makan). Putaran kedua dimulai pukul 13.30 WIB. Pada putaran kedua, 32 siswa peserta lomba ini diberi kesempatan satu kali lagi untuk dapat meluncurkan roket buatannya ke sasaran. Seperti pada peluncuran pertama, siswa yang dapat meluncurkan roket ke areal sasaran hanya sedikit yaitu hanya tiga siswa, termasuk Wijaya yang kembali dapat meluncurkan roket buatannya dengan jarak roket ke target lebih dekat, yaitu 2,4 meter. Oleh karena itu diperlukan satu babak tambahan lagi untuk menentukan juara kelima dan keenam, dengan juaran pertama sampai keempat tidak diperkenankan lagi untuk ikut babak tambahan. Pada saat genting inilah, Riduan berhasil meluncurkan roketnya ke areal sasaran dengan jarak yang lebih dekat lagi, yaitu 1,7 meter.

Oleh karena itu, MAN 1 Palembang berhasil menjadi juara ke-2 dan ke-5 dalam ajang Kompetisi Roket Air Daerah/KRAD 2010 ini. Secara keseluruhan, juara dalam ajang KRAD 2010 ini secara berurutan dari juara pertama sampai keenam adalah : SMAN 5 Palembang, MAN 1 Palembang, SMA Santo Yosef Lahat, SMAN 3 Palembang, MAN 1 Palembang, dan SMAN 2 Banyu Asin. Blog MAN 1 Palembang mengucapkan selamat kepada Wijaya Kusuma Maheru dan Riduan yang telah mengangkat nama MAN 1 Palembang dalam ajang kompetisi ilmiah ini. Semoga prestasinya dapat terus ditingkatkan.

Juara pertama sampai keenam KRAD 2010
Juara pertama sampai keenam KRAD 2010
ki-ka :Wijaya, Bu Amel dan Riduan berfoto setelah pengumuman juara
ki-ka :Wijaya, Bu Amel dan Riduan berfoto setelah pengumuman juara

Beberapa fakta yang perlu kamu tahu tentang keikutsertaan MAN 1 Palembang di ajang KRAD 2010.

1. Pada saat perlombaan, baik guru pembimbing (Bu Amel), maupun siswa yang menjadi peserta (Wijaya dan Riduan), kesemuanya sedang melaksanakan puasa. Padahal nggak janjian lho ! kata Andrea Hirata, Allah mengabulkan doa orang yang berpuasa.

2. Kata orang bijak, orang yang pandai adalah orang yang menguasai medan sebelum berperang. Oleh karena itu, Bu Amel, Wijaya dan Riduan pergi ke graha teknologi sebelum perlombaan untuk mengetahui seperti apa roket yang nanti akan dibuat serta launcher/peluncurnya. Curang ? Tentu tidak ! Malah dari kunjungan sebelum lomba ini, peserta jadi tahu bahwa yang akan dibuat dalam perlombaan hanya roketnya saja, tanpa perlu membuat launcher. Padahal tim dari MAN 1 Palembang ini bukan hanya jago membuat roket, tapi juga sekalian launchernya lho ! Nggak percaya? silahkan melihat stand pameran MAN 1 Palembang di Graha teknologi dari tanggal 4-6 Oktober 2010.

3. Pada saat Riduan gagal mendaratkan roket buatannya pada peluncuran pertama, Wijaya mulai terlihat cemas. Untungnya dia bisa menguasai keadaan dan dapat meluncurkan roket buatannya di putaran pertama dan masuk ke areal sasaran. Walaupun agak jauh dari sasaran, yaitu 4,17 meter, tetapi hanya 2 roket yang bisa masuk di areal sasaran yang berjari-jari 5 meter itu, yaitu roket buatan Wijaya dan roket buatan anak SMA Santo Yosef Lahat. Sedangkan di babak kedua, jarak yang bisa diusahakan oleh Wijaya adalah 2,4 meter.

4. Apa yang mendasari Riduan dapat mendaratkan roket buatannya dengan tepat di babak tambahan ? Ternyata sebelum meluncurkan roket dengan jarak tembak terbaik di KRAD 2010 ini, dengan main-main seorang panitia meminta Riduan untuk menembak temannya yang juga panitia yang berada di dekat sasaran. Karena tidak mau mengecewakan panitia ini (hehe) dan setelah berdiskusi dengan Wijaya yang telah dua kali dapat meluncurkan roket buatannya ke sasaran, maka pada babak tambahan ini, Riduan dapat melesatkan roket buatannya dengan jarak yang lebih baik lagi, yaitu 1,7 meter dari sasaran.

Untuk tahu serunya acara pas lagi perlombaan, pembaca bisa membuka link berikut. Enjoy !

Kompetisi Roket Air Daerah se-Sumsel 2O1O

2 Komentar leave one →
  1. kemas Ari permalink
    05/10/2010 7:29 pm

    Bravo…………!!!!
    Slamat Dan Sukses buat ananda Wijaya dan Riduan….. kami bangga atas semua jerih payah dan prestasinya……dan tak lupa thanks to Miss Amalia.

  2. 01/02/2011 11:49 am

    siiiiipppp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: